Jakarta, kabarhits.com – Brigadir Jenderal Polisi Harry Kurniawan, S.H., S.I.K., M.H., resmi meluncurkan karya literasi terbarunya yang berjudul “Brimob Penjaga Negeri” pada Mei 2025.
Buku ini hadir sebagai catatan sejarah yang mendalam mengenai dedikasi dan loyalitas Korps Brigade Mobil (Brimob) dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pria kelahiran Jakarta Barat 27 Juli 1974 ini berupaya mendokumentasikan jejak langkah pasukan elit Polri tersebut dalam berbagai misi krusial yang jarang diketahui publik secara detail.
Fokus utama dalam buku ini mengupas tuntas penugasan “spesial” Korps Brimob di Timor Timur pada periode krusial sebelum dan sesudah referendum tahun 1998-1999.
Berikut adalah narasi poin-poin utama isi buku tersebut:
- Fokus Sejarah Timor Timur (1998-1999): Buku ini secara khusus mengupas penugasan spesial Korps Brimob di Timor Timur, baik sebelum maupun sesudah referendum. Narasi di dalamnya menggambarkan ketegangan situasi keamanan dan dedikasi personel dalam menghadapi konflik bersenjata yang kompleks.
- Kompi Pemburu Rajawali IV: Salah satu bagian paling menonjol adalah kisah mengenai Kompi Pemburu Rajawali IV. Ini merupakan momen bersejarah di mana untuk pertama kalinya personel Brimob dipercaya masuk ke dalam tim elite gabungan yang dibentuk oleh Prabowo Subianto (saat itu menjabat Danjen Kopassus).
- Sinergi Pasukan Elite: Narasi buku memperlihatkan bagaimana Brimob bekerja berdampingan dengan pasukan elite TNI seperti Kopassus, Marinir, dan Paskhas. Kerja sama ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kemampuan tempur yang setara dengan pasukan militer ringan dalam menjalankan misi-misi berisiko tinggi.
- Jiwa Pengabdian Prajurit: Melalui pengalaman pribadi dan kesaksian para tokoh, buku ini menggambarkan karakter prajurit Brimob yang “datang ketika negara memanggil” tanpa menuntut, mengabdi dalam diam demi menjaga kedaulatan Bhayangkara dan Indonesia.
- Nilai Profesionalisme dan Penegakan Hukum: Buku ini juga menekankan peran Brimob bukan sekadar sebagai pasukan tempur, melainkan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tegas dalam menegakkan hukum di tengah situasi luar biasa seperti kerusuhan besar dan ancaman terorisme.
Secara keseluruhan, buku ini berfungsi sebagai literatur penting untuk memahami evolusi Korps Brimob sebagai salah satu pilar utama penjaga keamanan nasional Indonesia.
Harry menjelaskan bahwa pada masa itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Brimob dipercaya untuk bergabung dalam tim elit bentukan Presiden Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Penugasan ini menjadi bukti nyata pengakuan atas kemampuan tempur dan taktis personel Brimob di medan yang sangat menantang.
Dalam buku tersebut, Harry mengisahkan kiprah Kompi Pemburu Rajawali IV, sebuah unit gabungan tempat Brimob melengkapi kekuatan TNI yang mengirimkan pasukan-pasukan terbaiknya seperti Kopassus, Marinir, dan Paskhas.
Kehadiran personel Brimob dalam tim elit ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara Polri dan TNI dalam menghadapi ancaman stabilitas nasional di masa transisi politik Indonesia.
Narasi ini ditulis berdasarkan pengalaman langsung dan data historis yang valid untuk memberikan gambaran objektif bagi pembaca.
Peluncuran buku ini juga menjadi momentum untuk mengenang pengabdian prajurit-prajurit yang telah berjuang di garis depan demi keamanan negara.
Harry Kurniawan menekankan bahwa nilai-nilai keberanian, disiplin, dan pengabdian tanpa batas harus terus diwariskan kepada generasi penerus Polri.
Buku ini tidak hanya sekadar kumpulan cerita masa lalu, melainkan sebuah refleksi tentang jati diri Brimob sebagai “Penjaga Negeri” yang sesungguhnya.
Secara teknis, penyajian buku ini mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Ramdani Hidayat. Ia menilai bahwa Harry Kurniawan berhasil menyuguhkan narasi yang mudah dipahami namun tetap memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Dokumentasi yang lengkap dan foto-foto bersejarah di dalam buku ini memberikan dimensi visual yang memperkaya pemahaman pembaca terhadap situasi di lapangan pada masa itu.
Selain menyoroti sisi militeristik, buku ini juga menonjolkan sisi kemanusiaan dari para personel yang bertugas di tengah konflik. Bagaimana mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang keras seiring tetap menjalankan tugas profesionalisme sebagai pelindung masyarakat adalah salah satu aspek yang digali cukup dalam.
Harry ingin menunjukkan bahwa di balik seragam dan senjata, terdapat jiwa-jiwa yang penuh tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Brigjen Pol. Harry Kurniawan sendiri dikenal sebagai perwira tinggi yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995.
Pengalamannya di berbagai bidang kepolisian, termasuk saat menjabat sebagai Karo SDM Polda Jatim dan perannya dalam pengawasan manajemen pengamanan, memberikan perspektif yang luas dalam menyusun karya.
Buku ini dianggap sebagai kontribusi nyata Harry bagi pengembangan literasi kepolisian di Indonesia.
Dengan hadirnya buku “Brimob Penjaga Negeri”, diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengapresiasi kerja keras dan pengorbanan yang dilakukan oleh personel kepolisian.
Karya ini juga menjadi rujukan penting bagi para peneliti sejarah militer dan kepolisian, serta menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.




comments (0)