Tangerang, kabarhits.com – Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Wilayah Banten mengambil langkah dalam memprioritaskan masa depan generasi muda melalui penguatan layanan kesehatan mental di tingkat akar rumput.

Berangkat dari keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi psikologis anak-anak, organisasi profesi ini bersinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan untuk menempatkan tenaga ahli psikolog klinis di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kota Tangerang Selatan dalam waktu dekat.
Komitmen besar ini disampaikan langsung oleh Ketua IPK HIMPSI Banten, July Tikilie, S.Psi., Psikolog, di sela-sela acara bakti sosial yang digelar di Kantor Walikota Tangerang Selatan pada Kamis, 5 November 2026.

Langkah ini dipicu oleh temuan-temuan memprihatinkan yang dihadapi langsung oleh para psikolog di lapangan. July Tikilie mengungkapkan bahwa rencana besar ini lahir dari rasa miris yang dirasakan jajaran pengurus dan anggota IPK HIMPSI Banten saat memberikan webinar, penyuluhan, hingga penanganan kasus riil di masyarakat.
Mereka menyaksikan sendiri betapa masifnya ancaman terhadap anak-anak saat ini, mulai dari masalah internal keluarga, fenomena perundungan (bullying), hingga kasus kekerasan seksual yang meninggalkan trauma mendalam bagi masa depan generasi muda.
Melalui program unggulan berupa bakti sosial bertajuk “Rumah Bahagia Dimulai dari Keluarga”, IPK HIMPSI Banten berupaya meletakkan batu pertama dalam membangun benteng pertahanan mental anak sejak dari rumah.

July menegaskan bahwa keinginan terbesar organisasi yang dipimpinnya adalah memastikan anak-anak di Banten dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan bahagia.
Bagi IPK HIMPSI Banten, intervensi dini terhadap kesehatan mental anak bukan lagi sebuah pilihan, melainkan urgensi yang harus diwujudkan demi mencetak generasi penerus yang sehat secara holistik.

Implementasi nyata dari kepedulian tersebut langsung dibuktikan dalam aksi sosial yang dikemas secara menarik dan unik oleh pihak panitia. Ketua Panitia Pelaksana, Fransisda Tiodora Ferdiansyah, S.Psi., M.M., Psikolog, menuturkan bahwa acara ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menyediakan ruang aman bagi warga lewat konseling gratis yang menyasar 100 klien perwakilan dari 22 Puskesmas se-Kota Tangsel.
Selain sesi konseling privat bersama para psikolog profesional, rangkaian acara juga diisi dengan edukasi interaktif bagi orang tua, serta pemeriksaan kesehatan fisik gratis yang difasilitasi oleh pihak Puskesmas.

Antusiasme dan kolaborasi yang kuat ini dihadiri dan didukung penuh oleh para pemangku kebijakan penting di Kota Tangerang Selatan. Tampak hadir Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Kota Tangsel, Ir. Dandi Pryantara, M.T., yang mewakili Walikota, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tangsel, Hj. Tini Indrayanthi, S.E.
Dari jajaran otoritas kesehatan, hadir pula Kepala Bidang P2P Dinkes Tangsel, Dr. Fitria Oriza, bersama Fitria Yulyati, S.Kep., Ners., M.K.M., selaku Ketua Tim Kerja (Katimja) P2PTM, Keswa, dan Kesjaor Dinas Kesehatan Tangsel, beserta ratusan kader dari berbagai wilayah puskesmas.

Sinergi ini memicu komitmen yang lebih besar dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memperluas jangkauan layanan psikologis bagi warga. Fitria Yulyati selaku Katimja Keswa Dinkes Tangsel menyatakan bahwa keberhasilan acara ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang kerja sama yang lebih erat dan terstruktur dengan IPK HIMPSI Banten ke depan, termasuk mematangkan jadwal layanan konseling psikologi yang merata di tiap wilayah.
Apresiasi senada juga dilontarkan oleh Ketua TP PKK Tangsel, Hj. Tini Indrayanthi, yang menilai kehadiran para psikolog ini sangat berdampak nyata dan bermanfaat langsung bagi ketahanan keluarga masyarakat Tangsel.
Keberhasilan program tersebut, July Tikilie menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pergerakan ini. Ia menegaskan bahwa agenda penempatan psikolog di setiap Puskesmas merupakan visi jangka panjang IPK HIMPSI Banten yang membutuhkan sinergi berkelanjutan agar akses layanan kesehatan mental tidak lagi menjadi hal yang mahal.
July memohon doa serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar rencana mulia ini dapat segera terealisasi penuh, sehingga tidak ada lagi anak-anak atau keluarga di Tangerang Selatan yang harus berjuang sendirian menghadapi tekanan psikologis.




comments (0)