Tangerang , kabarhits.com – Tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan publik, Dedi Sudarajat S.H., M.H., M.M., C.T.A, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat dalam kunjungan kerja ke kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Sabtu 18 Juli 2026.

Agenda utama kunjungan ini diisi dengan kuliah umum interaktif bersama menteri yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan jajaran dosen UMT.

Kehadiran Dedi Sudrajat di tengah-tengah civitas akademika tersebut menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara tokoh daerah, pemerintah pusat, dan institusi pendidikan tinggi dalam mengawal isu-isu kelestarian alam dan lingkungan, khususnya di wilayah urban seperti Tangerang.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Sudrajat mengapresiasi langkah responsif kementerian dalam mendekatkan program-program unggulan lingkungan langsung ke lingkungan kampus.

Menurut Dedi, keterlibatan kampus seperti UMT sangat baik sebagai inkubator solusi ilmiah bagi masalah-masalah ekologi lokal, termasuk manajemen limbah industri dan domestik yang menjadi tantangan besar di wilayah penyangga ibu kota.

Dirinya berharap, sinergi ini menjadi pemantik kesadaran kolektif yang lebih terstruktur bagi generasi muda.

Peran Dedi dalam memfokuskan substansi diskusi pada dampak lokal mencerminkan komitmennya yang kuat terhadap kemajuan daerah Tangerang.

Keberadaan Dedi Sudrajat dalam momentum ini juga mempertegas posisinya sebagai figur yang peduli pada masa depan keberlanjutan wilayah.

Ia menilai tantangan perubahan iklim global harus dijawab dengan kesiapan mitigasi di tingkat lokal, di mana mahasiswa berperan sebagai garda terdepan atau agent of change.

Melalui kehadirannya, Dedi ingin memastikan aspirasi lingkungan masyarakat Tangerang didengar langsung oleh pembuat kebijakan tertinggi di sektor lingkungan hidup.

Ia berkomitmen untuk terus mendorong program berbasis komunitas yang melibatkan mahasiswa secara aktif pasca-kunjungan menteri selesai dilaksanakan.

Melalui inisiasi dan pendampingan yang dilakukan  Dedi Sudrajat, civitas akademika UMT optimis bahwa ruang akademik kini memiliki akses yang lebih terbuka untuk berkontribusi langsung dalam agenda besar penyelamatan lingkungan nasional.

Di sela-sela sesi, Jumhur Hidayat menyampaikan pandangannya bahwa, edukasi lingkungan tidak boleh berhenti di ruang teori hukum atau birokrasi, melainkan harus ditransformasikan ke dalam kurikulum berbasis aksi nyata.

Langkah Jumhur yang aktif menjembatani dialog ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak rektorat dan mahasiswa yang antusias berdiskusi, terutama ketika sepanjang sesi kuliah bersama dirinya secara konsisten memberikan catatan kritis mengenai relevansi kebijakan hijau nasional dengan implementasi riil di lapangan.

Dirinya menyoroti perlunya dukungan regulasi yang kuat agar inovasi ramah lingkungan hasil riset mahasiswa UMT dapat diadopsi oleh industri lokal.

Kunjungan kerja yang juga ditandai dengan peninjauan fasilitas riset lingkungan di UMT ini menghasilkan sejumlah poin kesepakatan awal terkait program kemitraan edukasi ekologi.

Sosok inspiratif ini menyatakan siap mengawal implementasi dari hasil diskusi kuliah umum ini agar tidak sekadar menjadi seremonial belaka.

 

 

 

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.