Tangerang, kabarhits.com – Setiap sore, saat bel pulang sekolah berbunyi, suasana di depan SDN Saga 03, Balaraja, Kabupaten Tangerang langsung berubah riuh.
Ratusan siswa berhamburan keluar gerbang, bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing.
Di tengah kepadatan dan hilir mudik kendaraan yang melaju di jalan raya depan sekolah, selalu tampak sesosok pria tegap setengah paruh baya mengenakan seragam olahraga yang dengan sigap berdiri di tengah jalan, menghentikan laju kendaraan demi memberikan jalur aman bagi anak-anak didiknya.
Pria tersebut adalah Bapak Ujang, seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah tersebut.
Bagi para siswa dan wali murid, sosoknya bukan sekadar pengajar materi olahraga di lapangan, melainkan sesosok pelindung yang memberikan rasa aman.
Dedikasinya untuk selalu berdiri di garda terdepan saat jam pulang sekolah telah menjadi rutinitas wajib yang tidak pernah ia lewatkan setiap harinya.
Tindakan mulia ini bermula dari keprihatinannya terhadap meningkatnya volume kendaraan dan perhatian kepada anak didik.
Menyadari bahwa usia anak sekolah dasar belum memiliki kepekaan penuh terhadap bahaya lalu lintas, ia berinisiatif mengambil peran sebagai “penjaga gerbang”.
Menggunakan isyarat tangan yang tegas, ia dengan sabar menyeberangkan anak-anak secara berkelompok hingga dipastikan mereka aman atau telah dijemput orang tua.
Sikap konsisten yang ditunjukkan oleh guru olahraga ini menjadikannya sebagai sosok tauladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Ia tidak hanya mengajarkan teori tentang kedisiplinan dan kepedulian di dalam kelas, tetapi langsung mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.
Banyak rekan sejawat dan orang tua murid yang mengagumi keikhlasannya, sebab tugas ini ia lakukan secara sukarela tanpa mengharapkan pamrih atau imbalan materi apa pun.
Aksi tanpa pamrih ini sontak menuai apresiasi dan rasa haru dari para orang tua murid yang setiap hari menjemput anak mereka.
Henny salah satu wali murid dari Alvaro Kelas IIIB, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian sang guru yang dinilainya sangat luar biasa di zaman sekarang.
Kehadiran sosok guru olahraga di aspal jalanan setiap sore hari menjadi jawaban atas kecemasan yang selama ini menghantui para orang tua.
“Saya benar-benar angkat jempol dan bersyukur sekali dengan kebaikan Pak Ujang, Jalanan di depan sekolah ini sering kali ramai dan banyak kendaraan melintas.
Kehadiran figur guru yang peduli seperti ini dinilai sangat langka dan patut dicontoh oleh tenaga pendidik di tempat lain.
Sebagai orang tua, jujur saya selalu was-was kalau anak pulang sendiri. Tapi sejak Pak Ujang rutin menyeberangkan anak-anak, rasa cemas kami langsung hilang. Beliau adalah pahlawan nyata bagi keselamatan anak-anak kami,” ungkap Henny.
Kisah dari sudut Balaraja ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kepedulian terhadap keselamatan anak di jalan raya.
Melalui dedikasi sederhananya yang berdampak besar, guru olahraga SDN Saga 03 ini telah membuktikan bahwa menjadi seorang pahlawan tidak selalu membutuhkan panggung besar, melainkan cukup dengan ketulusan hati untuk menjaga masa depan bangsa.




comments (0)