Tangerang, kabarhits.com – Suasana khidmat menyelimuti Vihara Chi San Bio yang terletak di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Lusiana Ben Candi Kencana, tokoh spiritual yang akrab disapa emak Cibodas, memimpin langsung ritual sakral memandikan rupang Bodhisattva Siddharta pada Kamis (25/6/2026).

Prosesi suci dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak 2470 BE (Buddhist Era) ini diikuti dengan penuh khusyuk oleh kerabat dekat serta keluarga besar pengurus vihara.

Ritual memandikan rupang Sang Buddha bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol pembersihan diri.

Bagi umat Buddha, Hari Raya Tri Suci Waisak merupakan momentum paling krusial untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gotama.

Tiga momen penting tersebut meliputi hari kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, hingga parinibbana atau wafatnya Buddha Gotama dalam keadaan mencapai nirwana.

Emak Cibodas yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Provinsi Banten menjelaskan bahwa penentuan waktu ritual ini tidak dilakukan sembarangan.

Pihaknya harus jeli menghitung dan mencari hari baik berdasarkan kalender penanggalan kuno agar seluruh prosesi berjalan dengan lancar dan membawa berkah.

Berdasarkan perhitungan tersebut, hari Kamis, 25 Juni 2026, dipilih sebagai waktu yang paling tepat dan penuh berkah untuk melaksanakan pemandian suci.

Sebagai pemilik sekaligus pendiri Vihara Chi San Bio, perayaan di tahun 2026 ini dirasakan Oma Cibodas sebagai tahun yang penuh dengan keajaiban spiritual.

Beliau menjelaskan fenomena langka yang terjadi setiap 36 tahun sekali, di mana Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Imlek jatuh pada momentum yang berdekatan di tahun yang sama.

Keberagaman dan toleransi beragama ini melengkapi rangkaian kebahagiaan umat dari awal tahun hingga perayaan Waisak saat ini.

Lebih dalam mengenai makna filosofisnya, Oma Cibodas menyampaikan bahwa bulan Juni merupakan periode yang sangat sakral karena dikenal sebagai “Bulan Sang Buddha”. Khusus pada Juni 2026 ini, terdapat empat momentum spiritual penting yang dirayakan secara beruntun oleh umat.

Tidak berhenti di situ, getaran spiritual vihara dipastikan akan terus berlanjut hingga bulan Juli mendatang dengan agenda empat perayaan Sejit (hari lahir dewa-dewi).

Di sela-sela kekhidmatan acara, tokoh perempuan Banten ini sempat bernostalgia menceritakan sejarah panjang dedikasinya di dunia spiritual dan sosial.

Perjalanan pengabdian Oma Cibodas dimulai sejak tahun 1985 ketika dirinya pertama kali membuka praktik pengobatan alternatif untuk membantu masyarakat yang sakit.

Ketulusan dalam mengobati sesama tanpa pamrih inilah yang kemudian mendasari impiannya untuk membangun sebuah tempat ibadah yang representatif bagi umat Tri Dharma.

Melalui perjuangan panjang dan tabungan hasil pelayanan sosialnya, Oma Cibodas akhirnya berhasil membeli lahan di kawasan Periuk pada tahun 1994.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1995, proses peletakan batu pertama dan pembangunan fisik tempat ibadah mulai digenjot secara swadaya.

Tepat pada tahun 1996, bangunan tersebut resmi berdiri kokoh dengan nama Vihara Chi San Bio, yang hingga kini terus konsisten menjadi oase spiritual dan pusat kebajikan di Kota Tangerang.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.