Tangerang, kabarhits.com – Universitas Dharma Indonesia (UNDHI) menggelar acara Diskusi Publik Pancasila yang berlangsung khidmat di Aula Sekretariat IKA UNDHI, Jl. Raya Serang, Sukanagara, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 6 Juni 2026.

Mengusung tema “Memahami Kembali Sejarah Perumusan Pancasila Secara Komprehensif dan Refleksi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Perekat Persatuan Bangsa”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila.

Acara ini dibuka Rektor UNDHI, Agus Prihartono, yang sekaligus menandai momentum penting lewat prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) universitas.

Ketua Panitia Pelaksana, Mansur, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya rangkaian.

Kegiatan ini berhasil menyedot perhatian besar dari berbagai elemen masyarakat dan akademisi, dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa UNDHI yang tampak sangat antusias. Selain itu, jajaran pengurus IKA UNDHI, perwakilan Karang Taruna, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta jajaran perwakilan instansi pemerintahan setempat juga turut hadir memadati ruangan aula untuk ikut serta dalam diskusi kebangsaan ini.

Jalannya diskusi dipandu Suandi, SH., MH., selaku Direktur LKBH UNDHI sekaligus Dewan Fakultas yang bertindak sebagai moderator.

Dalam sebuah forum diskusi yang berlangsung, Suandi menekankan bahwa agenda ini merupakan bagian dari refleksi historis yang mendalam mengenai sejarah lahirnya Pancasila.

Forum ini digelar bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai wadah untuk menggali kembali nilai-nilai filosofis yang mendasari pembentukan fondasi negara oleh para pendiri bangsa.

Lebih lanjut, Suandi mengingatkan seluruh peserta yang hadir akan pentingnya menghayati kembali setiap momen berharga dalam sejarah perjalanan bangsa.

Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap sejarah akan mencegah generasi muda kehilangan arah di tengah arus modernisasi, sekaligus memperkokoh rasa cinta tanah air.

Ia juga menegaskan bahwa Pancasila pada hakikatnya bukan sekadar lembaran dasar negara atau teks ideologi bangsa yang bersifat formal semata.

Pancasila harus dipandang secara lebih luas sebagai instrumen hidup yang memandu setiap kebijakan, perilaku sosial, dan arah pembangunan nasional demi tercapainya keadilan sosial.

Dirinya menjabarkan bahwa nilai-nilai luhur tersebut merupakan jiwa utama yang berfungsi mengikat serta mempersatukan keberagaman di seluruh pelosok Indonesia.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai panduan hidup, segala perbedaan suku, agama, dan budaya yang ada di tanah air akan tetap terjaga dalam bingkai persatuan yang kokoh.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UNDHI Agus Prihartono mengajak seluruh hadirin untuk menengok kembali momentum emas pada 1 Juni 1945 saat Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental di sidang BPUPKI.

Rektor menegaskan bahwa Bung Karno adalah pencetus nama dan penggagas konseptual Pancasila, yang kemudian disempurnakan melalui musyawarah kolektif para pendiri bangsa demi mengutamakan persatuan.

Melalui forum ini, beliau berharap para peserta tidak hanya memahami Pancasila secara akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam aksi nyata seperti gotong royong dan menghormati keberagaman sehari-hari.

Sesi pemaparan materi utama diawali oleh Direktur Lembaga Ilmu Pertahanan Pancasila, Syaiful Arif, SH., M.Hum., Ph.D., yang hadir sebagai narasumber pertama. Syaiful mengupas tuntas secara kronologis mengenai sejarah kelahiran, proses perumusan, hingga pengesahan Pancasila sebagai hukum dasar negara.

Ia menaruh harapan besar agar generasi muda, khususnya mahasiswa UNDHI, benar-benar paham secara utuh terhadap sejarah tersebut sehingga tidak mudah kehilangan arah atau terpengaruh oleh ideologi luar di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Melengkapi perspektif akademis tersebut, Dekan Fakultas Hukum Universitas Dharma Indonesia, Dr. Muhammad Chotib, SH., MH., hadir sebagai narasumber kedua yang membedah sejarah Pancasila dari sudut pandang yuridis dan ketatanegaraan. Dr. Chotib memaparkan bagaimana nilai-nilai luhur yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa bertransformasi menjadi pilar hukum yang kokoh untuk menjaga keadilan sosial.

Penjelasan yang komprehensif ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa mengenai kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan mahasiswa dan para narasumber, menumbuhkan ruang dialektika yang sehat dan penuh semangat nasionalisme.

Penyelenggaraan diskusi publik ini diharapkan mampu memperkuat komitmen kebangsaan seluruh civitas akademika UNDHI dan masyarakat Tangerang dalam menjaga keutuhan NKRI.

Melalui pemahaman sejarah yang lurus dan komprehensif, Pancasila akan terus hidup menjadi perekat abadi bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

comments (0)

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.