Tangerang, kabarhits.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (05/07/26).
Kunjungan tersebut bermaksud untuk memantau langsung perkembangan penanganan area pasca kebakaran hebat yang sempat melanda kawasan tersebut.
Kehadiran sang menteri di lokasi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam merespons cepat isu kedaruratan lingkungan di tingkat daerah.
Dalam peninjauan lapangan ini, Menteri Jumhur Hidayat didampingi secara langsung oleh Ketua KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudarajat S.H., M.H., M.M., C.T.A.
Kehadiran tokoh buruh regional tersebut mendampingi menteri menunjukkan adanya sinergi dan perhatian bersama, mengingat masalah pengelolaan sampah dan dampaknya sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat sekitar dan para pekerja di sektor kebersihan.
Informasi dihimpun, Area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin kini telah berhasil ditekan secara signifikan hingga menyisakan 3,6 persen area panas aktif dari yang semula mencapai 70 persen.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras tim pemadam kebakaran bersama instansi terkait yang melakukan penyemprotan air dan pemantauan titik api secara terus-menerus selama beberapa hari terakhir.
Penurunan drastis ini membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar karena asap tebal yang sebelumnya menyelimuti kawasan pemukiman warga kini mulai berkurang secara berkala.
Meskipun situasi telah terkendali dengan baik, petugas di lapangan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali bara api tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
Upaya pendinginan atau cooling down terus dilakukan guna memastikan seluruh sisa area panas aktif benar-benar padam total.
Pemerintah daerah setempat juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada serta selalu melaporkan setiap indikasi kepulan asap baru demi mencegah kebakaran meluas kembali.
Keberhasilan meredam bara api ini merupakan hasil dari kerja keras tim gabungan di lapangan yang terus melakukan penyemprotan air secara masif ke lapisan bawah tumpukan sampah.
Jumhur memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para petugas yang berjuang memutus kepulan asap beracun.
Di sela-sela peninjauannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa fenomena kebakaran di TPA merupakan imbas nyata dari krisis tata kelola sampah nasional yang bersifat sistemik.
Dirinya menyatakan bahwa darurat sampah di Indonesia tidak akan pernah selesai jika pemda hanya fokus pada tindakan kuratif seperti menambah kapasitas lahan TPA, membersihkan lingkungan secara berkala, atau sekadar membeli teknologi mahal tanpa mengubah hulu manajemennya.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Kementerian Lingkungan Hidup mendesak seluruh pemerintah daerah untuk segera menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping).
Jumhur menargetkan pembenahan metode pembuangan ini dapat terealisasi secara bertahap pada paruh kedua tahun 2026 demi mencegah terjadinya bencana lingkungan serupa di masa mendatang.
Pola lama yang sekadar mengumpulkan, mengangkut, dan membuang harus segera digantikan dengan sistem yang ramah lingkungan seperti sanitary landfill atau teknologi daur ulang modern.
Sementara itu, Dedi Sudarajat menyampaikan bahwa keterlibatan elemen organisasi kemasyarakatan dan pekerja sangat penting dalam mendukung program ramah lingkungan.
Menurutnya, dampak polusi udara akibat kebakaran TPA langsung dirasakan oleh warga dan pekerja lapangan, sehingga transformasi pengelolaan sampah menjadi hal yang mendesak untuk diperjuangkan bersama.
Pihaknya siap berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat serta mengawal kebijakan pembersihan ekologis yang dicanangkan oleh kementerian.
Kunjungan kerja yang diakhiri dengan diskusi koordinasi bersama pengelola TPA ini membuahkan rencana aksi percepatan penanganan lanjutan.
Kementerian LH berjanji akan terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam melakukan pengawasan lingkungan agar sisa titik panas di TPA Jatiwaringin sepenuhnya padam.
Langkah ini menjadi jembatan awal menuju implementasi Gerakan Taubat Ekologi Nasional yang diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan Indonesia.




comments (0)